Jumat, 06 Mei 2016

Menjadi biasa seiring berjalannya waktu


Taken pict by www.pinterest.com
Dulu, petuah mengatakan bahwa yang sering mengabari akan kalah dengan yang selalu ada. Tapi seiring berjalannya waktu, yang selalu ada akan pergi juga; sibuk dengan rutinitas masing-masing. Kesibukan itu tanpa disadari telah membuat jeda antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadi raja yang membatasi antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menghilangkan rasa saling memiliki. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadikan keduanya sosok yang saling tak bertegur sapa. Kesibukan itu tanpa disadari membuat keduanya terbiasa sibuk sendiri. Kesibukan itu tanpa disadari telah menyadarkan keduanya bahwa yang selalu ada pada akhirnya juga berlaku seperti sosok yang dulu hanya memberi kabar. Kesibukan itu telah mengubah ia yang selalu ada menjadi ia yang selalu mengabari. Apakah kesibukan lantas membunuh rasa yang dulu pernah ada? Rasa untuk terus bersama, rasa untuk terus bertegur sapa lebih dari sekedar mengirim pesan via ponsel, rasa untuk selalu ada waktu untuk sekedar berdiskusi atau mengobrol tentang sesuatu hal.

Kamis, 05 Mei 2016

Hanya ingin.. Ingin..


Taken pict by Photographer +Samantha Hidaya 


AKU INGIN

Aku ingin menggenggam tanganmu
Yang siap diajak melangkah, berjalan, dan berlari bersama
Dengan tunduk dan patuh bernaung dibawah titah Tuhan kita yang sama

Aku ingin digenggam tanganmu
Yang siap menuntun, membimbing, dan mencintaiku tanpa batas
Dengan segala kasih dan sayang yang tak pernah purna
Meski nanti tua menyapa

Aku ingin kita saling menggenggam
Tak peduli kayu terbakar api menjadikannya abu
Tak peduli awan hitam menggumpal menjadikannya hujan
Dan ketakpedulian yang lainnya

Aku hanya ingin kita saling menggenggam
Untuk menjadikannya menunggal satu dalam hati dan pikiran

Jogja, 5 Mei 2016

Minggu, 01 Mei 2016

Selamat Datang Mei-ku :)


Taken Pict by hddesktopwallpapers.in


Mei Bulan Diamku

Tak ada yang lebih baik
Dari diam yang kucipta
Menutup rapat mulut ini
Dan membuka lebar mata pun juga telinga ini

Perempuan


Bunga Putri Malu | Taken Pict by Me

Terlahir sebagai perempuan adalah takdir. Tetapi tumbuh menjadi perempuan tegas, cerdas, dan berkarakter yang indah akhlaqnya, teduh parasnya, brilliant otaknya, ibadah setiap langkahnya, iffah dan izzah kehormatannya, titah Tuhan pegangannya, serta keindahan lainnya adalah pilihan.

Entah sudah kali ke berapa aku menulis tentang sosok yang sangat memiliki pengaruh besar bukan hanya bagi keluarga tapi juga nusa, bangsa, dan agama. Dimana ia dijadikan salah satu tonggak dalam memperbaiki generasi bangsa dari kasih sayang dan kecerdasannya dalam melahirkan dan mendidik para generasi bangsa.