Sabtu, 30 April 2016

Lelaki Idaman itu; Ku panggil ia ‘My Prince’

Taken Pict by abiummi.com
Semakin jauh jarak yang memisahkanku dengannya membuat aku semakin banyak menyadari  bahwa cintanya benar-benar tulus. Dengan segala kasih dan sayangnya yang selalu tercurah membuat aku terharu saat merinduinya. Apalah daya ketika jarak menjadi raja antara aku dengannya. 

Wahai lelaki idamanku, aku bahagia terlahir sebagai putri kecilmu dan entah harus bagaimana aku berterimakasih atas semua yang telah kau berikan dan lakukan untukku. Aku sadar sekali, apa pun yang kulakukan takkan bisa menggenapkan baktiku kepadamu tapi aku selalu berusaha untuk selalu membahagiakanmu.

Jumat, 29 April 2016

Sate Madura ala-ala Jogja


Taken Pict by Me
Memiliki selera makan yang sama itu sangat menyenangkan, seperti aku pun juga partner traveling-ku. Salah satu menu favorit kami adalah sate. Di Jogja ini, banyak sekali sajian sate dari berbagai daerah namun yang sering kami santap adalah sate Madura. Eitssss sebetulnya ada satu sate yang enggak ada di Jogja dan aku merindukan itu, yakni ‘sate matang’ khas dari kampung halamanku, Aceh hehe Teringat sate matang dengan kuah karinya, tumpukan tusukan satenya, dan enak sekali pokoknya. Bikin tambah home sick aja berhubung saya sudah jadi mbak Tayibah di tanah rantau ini hihi.

Bikin Home Library di Rumah Yuukkkkk Ayah.. Bunda..


Taken Pict by www.grandhome.dynu.net
Di era informasi seperti ini maka hakikatnya tidak ada lagi anggapan ‘sulit’ untuk memperoleh informasi. Hal ini dikarenakan informasi bisa didapat dimana saja, kapan saja, dan melalui apa saja. Namun dengan semakin berkembang pesatnya informasi yang ada bahkan hingga mengalami ledakan informasi (information explosion) ini ternyata juga dibarengi dengan semakin berkembang pesatnya teknologi. Ada hal urgent yang perlu di perhatikan bahwa penggunanaan teknologi yang kadang kala tidak sesuai dengan kegunaannya. Seperti adanya teknologi dalam bentuk media televisi. Ini secara sadar sudah menggerogoti budaya bangsa, utamanya kalangan generasi muda dimana mereka lebih suka memperoleh informasi melalui “menonton” televisi daripada langsung melakukan aktivitas “membaca” untuk memperoleh informasi. Hal ini tidak menjadi masalah ketika informasi yang mereka cari di televisi juga diimbangi dengan pencarian informasi dalam bentuk lain seperti buku, Koran, dll. Sehingga tidak heran jika budaya menonton kini sudah menggeser budaya bangsa yang sebenarnya. 

Kalibiru ; Mencipta Kekaguman padaNya dan padamu


Taken Pict by jogja.kotamini.com

Tepat 22 Agustus 2015, kita berlibur ke Kalibiru yang berlokasi di Jl. Sermo-Kalibiru, Hagrowilis, Kokap, Kulonprogo, Yogyakarta.

Niat awal memang ingin mengajak teman sekelas, namun kebetulan semuanya sedang punya kesibukan masing-masing. Hanya seorang yang siap diajak traveling ‘Almer Samantha Hidaya’ seorang teman yang siap menemani traveling-ku menjelajah tempat yang ingin aku jelajahi hehe..

“Prasangku, Tuhan tak rela membiarkanku berjalan sendiri, maka dikirimlah seorang teman dalam segala hal agar aku tak sendiri”Hihihi

Minggu, 24 April 2016

Diam Memupuk Rindu



Taken pict by Photographer +Samantha Hidaya 


SEMENTARA KITA AKAN SALING BERDIAM

sementara kita akan saling berdiam
untuk lebih lama memupuk rindu
pada cinta yang tak pernah purna
oleh waktu dan kerasnya guncangan hati dalam jiwa dan raga

ketika kita saling berdiam
di luar semakin sengit kita merenung
sudah dewasa kah kita?
sudah serius kah komitmen kita?
dan sudah bermartabat kah cara kita menjaga komitmen kita?

ketika kita masih terus berdiam
hakikatnya kita semakin takut kehilangan

Jogja, 24 April 2016.

Rabu, 06 April 2016

Untukmu Lelaki Hebatku, Terimakasih untuk Semua Rasa Cemburu yang Kau Berikan.


Taken pict by uk.pinterest.co
Tidak terasa sudah hitungan detik, menit, jam, hari, bulan, bahkan tahun telah kita lalui bersama. Ternyata sudah banyak pula kita lewati berbagai macam peristiwa yang tak pernah kuduga dan kusangka. Semua badai sudah kita tenangkan. Semua gelombang sudah kita redakan. Semua luka sudah kita sembuhkan. Dan semua rintangan lainnya sudah kita hadapi dan selasaikan bersama. Hebatnya kita, meski sering kita berdebat mulai dari hal-hal sepele sampai hal-hal yang lebih berat; kita bisa menyelesaikannya. Hebatnya kita, meski sering berbeda pendapat mengenai suatu keilmuan baik agama atau pun umum yang kita bahas, rasa ‘rindu’ selalu terucap dengan tulus dari lisan, hati, dan jiwa kita setiap kali hening malam menyapa. Kalau dipikir-pikir, kita begitu konyol. Dan itu sudah kita sadari. Tapi katamu, kekonyolan kita itu justru membuat kita semakin menikmati; kita. Apa adanya.