Jumat, 29 April 2016

Bikin Home Library di Rumah Yuukkkkk Ayah.. Bunda..


Taken Pict by www.grandhome.dynu.net
Di era informasi seperti ini maka hakikatnya tidak ada lagi anggapan ‘sulit’ untuk memperoleh informasi. Hal ini dikarenakan informasi bisa didapat dimana saja, kapan saja, dan melalui apa saja. Namun dengan semakin berkembang pesatnya informasi yang ada bahkan hingga mengalami ledakan informasi (information explosion) ini ternyata juga dibarengi dengan semakin berkembang pesatnya teknologi. Ada hal urgent yang perlu di perhatikan bahwa penggunanaan teknologi yang kadang kala tidak sesuai dengan kegunaannya. Seperti adanya teknologi dalam bentuk media televisi. Ini secara sadar sudah menggerogoti budaya bangsa, utamanya kalangan generasi muda dimana mereka lebih suka memperoleh informasi melalui “menonton” televisi daripada langsung melakukan aktivitas “membaca” untuk memperoleh informasi. Hal ini tidak menjadi masalah ketika informasi yang mereka cari di televisi juga diimbangi dengan pencarian informasi dalam bentuk lain seperti buku, Koran, dll. Sehingga tidak heran jika budaya menonton kini sudah menggeser budaya bangsa yang sebenarnya. 

Melihat realita diatas, maka perlu berkaca pada negara-negara maju dimana aktivitas “membaca” bukan hanya sekedar hobi tetapi sudah menjadi “kebutuhan” yang harus selalu dipenuhi. Maka untuk membiasakan budaya baca tumbuh di tanah air tercinta kita ini, hal dasar yang bisa dilakukan adalah dimulai dari diri sendiri dan juga terapkan pada keluarga yang didalamnya juga termasuk anak. Hal ini perlu, karena budaya membaca sejak dini utamanya bagi anak-anak akan sangat membantu cara berpikirnya. Tentu akan berbeda anak yang sudah terbiasa membaca sejak kecil dengan anak yang lebih banyak menonton televisi. Maka membangun home libarary di rumah agar keluarga semakin tertarik untuk membaca yang kemudian menjadi kebiasaan itu sangatlah penting untuk dilakukan.

So, gimana caranya membangun home libarary di rumah? Oh iya, sebelum membahas ruang-ruang yang cocok digunakan sebagai lahan membuat home lbrary perlu diketahui bahwa untuk pengelolaannya bisa sekehendak si pemilik rumah dan tidak harus mengikuti standar pengelolaan perpustakaan. Ini dikarenakan agar si pemilik nyaman dengan penataan kolesi bacaan yang sesuai dengan keinginannya.

Oke, ada beberapa ruang yang biasanya dibuat home library di rumah, seperti:

1.      Home Library sekaligus Ruang Kerja
Biasanya desain home library seperti ini karena kebutuhan pemiliknya yang memang memiliki koleksi buku bacaan banyak dan menunjang profesinya.  Sehingga ketika si pemilik membutuhkan buku, ia mudah menjangkaunya. Untuk desain ruangannya perlu diperhatikan juga yakni harus ergonomis agar nyaman saat berada di ruang kerja yang notabene mengerjakan pekerjaan itu sangat melelahkan. Namun ketika desain interior ruang sudah ergonomis kerja pun menjadi nyaman dan menyenangkan. Untuk warna ruangan bisa diaplikasikan warna hijau karena hijau lebih sejuk dan menenangkan.
 
Taken Pict by www.pinterest.com
2.      Home Library sekaligus Tempat Bermain dan Belajar Anak
Usia anak adalah usia dimana mereka senang bermain dan belajar maka menggabungkan tempat bermain dan tempat belajar anak adalah suatu hal yang sangat menarik untuk dilakukan dan rasanya memang sesuai. Jika bahasannya adalah anak-anak, maka sudah jelas mereka lebih menyukai warna-warna cerah dengan beragam warna dalam satu ruangan. Baik dari rak, meja baca, koleksi buku, hingga mainan. Untuk rak di ruang ini tentu berukuran lebih kecil, ini menyesuaikan tubuh anak-anak sedangkan untuk meja baca disarankan dibuat meja baca melingkar (pendek) dan ruangnya yang berlantai karpet duduk sehingga anak-anak yang cenderung tidak bisa duduk manis bisa dengan leluasa membaca buku sembari bermain entah duduk melingkar, berbaring dsb.
 
Taken Pict by www.popsugar.com
3.      Home Library di Sudut Ruang Makan
Kebanyakan yang terjadi di masyarakat kita adalah bahwa ruang makan adalah tempat untuk makan saja sembari diiringi obrolan kecil antar keluarga atau bahkan ada juga yang melarang mengobrol saat berbicara. Point yang terakhir tersebu membuat suasana makan menjadi kaku dan membosankan. Maka salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menghadirkan home library di ruang makan. Hal ini sangat menarik dilakukan misalnya saja ketika ibu sedang mempersiapkan santapan makanan yang akan dihidangkan ayah beserta anak-anak bisa membaca buku bersama. Dengan begitu ruang makan menjadi ruang yang tak kalah hangat dengan ruang keluarga.
 
Taken Pict by www.mysofabeds.co.uk
4.      Home Library di Ruang Tamu
Ruang tamu merupakan suatu ruangan yang kerap kali menjadi titik pertemuan antara si pemilik rumah dengan orang lain yang bertamu maka sudah barang tentu bagaimana suasana ruang tamu bisa menggambarkan karakter si pemilik rumah. Maka sudah semestinya didesain sedemikian rupa, tidak perlu mewah asal nyaman. Hal ini dilakukan untuk memuliakan tamu yang hadir. Salah satu caranya adalah bisa dengan membuat home library di ruang tamu. Ruang tamu akan tampak lebih lebih indah dengan adanya koleksi buku-buku yang tersusun rapi. Tamu juga bisa membaca di ruang tamu tersebut.
Taken Pict by www.zoomtm.com
 
5.      Home Library di Sudut Sisa Ruangan
Nah, home library ini dibuat dengan memanfaatkan ruang-ruang yang masih kosong, seperti loteng rumah, teras rumah, sudut ruangan, pembatas ruangan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, tak ada ruang kosong yang menganggur begitu saja.
 
Taken Pict by www.digsdigs.com
6.      Home Library di Dinding Panjang
Sayang banget kalau dindingnya dibiarkan begitu saja. supaya lebih keren boleh juga dibuat home library di dinding, supaya dinding lebih berwarna dan tentunya kita bisa baca buku-buku yang ada sembari berjalan atau berdiri.
Taken Pict by bestdsgn.com
Dengan adanya home library di rumah secara tidak langsung kita sedang menanamkan budaya membaca kepada keluarga sendiri. Ini melatih keluarga juga untuk lebih literate. Selain itu dari segi kesehatan juga mengemukakan bahwa dengan membaca memiliki manfaat diantaranya:
1.      Menurunkan tingkat stress pada pikiran.
2.      Organ otak tetap aktif dan tajam.
3.      Menangkal penyakit Alzheimer (kelupaan).
4.      Mencegah Insomnia (gejala susah tidur).

Jadi, sayangi keluargamu dengan besama-sama membangun budaya membaca di rumah ya. Jadilah keluarga yang litarate. :)

Resources;

Alfrido, Sarwino. 2013. Menghadirkan Home Library di Dalam Hunian. Yogyakarta: Diva Press.
Resibook Penerbit. 2015. “Manfaat Mmembaca Buku Bagi Kesehatan”. [Online] Dalam www.literasi.net/2015/1/manfaat-membaca-buku-bagi-kesehatan.html?m=1. Diakses 29 April 2016 Pukul 21.52 WIB.

#studentlife #librarianlife #libraryfun
Jogja, 29 April 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar