Kamis, 10 Maret 2016

Ada yang Tetanggaan; Kebun Teh dan Gunung Kukusan


Weekend.. Weekend..
Holiday.. Holiday..
Piknik..Piknik… hehe

Tepatnya Selasa, 26 Januari 2016 waktu untuk memanjakan mata dan menyegarkan pikiran dengan berkunjung ke tempat yang hijau-hijau dan sepoi-sepoi anginnya hehe Kebun Teh I’m Coming :D

Kesibukan input KRS untuk semester enam usai meski ada beberapa hal yang harus diurus lagi. Enggak kerasa udah semester tua aja hehe. Harus lebih fokus lagi kuliahnya karena proposal sudah harus finishing dan presentasi, tak lama menyusul juga kkn, ppl, dan skripsi.. terus, Wisuda haha eh Munaqosyah dan Yudisium dulu (sidang skripsi hehe). 

Oke, menikmati masa-masa liburan meski yang libur hanya kuliah karena nyatanya ngajar TK, ngajar TPA, ngajar privat, organisasi, dan kesibukan lain enggak libur hehe. 

Kulonprogo; I’m coming

Kebut teh menjadi tujuan utama. Bermodalkan google map kami berangkat kesana dengan kendaraan roda dua. Jarak tempuhnya sekitar satu jam setengah sampai lokasi wisata Kebun Teh Nglinggo Pagerharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Yogyakarta.

Rute jalan yang kami lalui lumayan menantang saat sudah dekat dengan lokasi dimana jalannya menanjak juga menurun tajam. Namun disamping jalannya yang lumayan mencekam ada sensasi keindahan hehijauan yang membentang disisi kiri-kanan jalan. Rasanya sepoi-sepoi diterpa angin meski udara panas karena perjalanan kami tepat ditengah hari. Selain itu, indahnya pemandangan sepanjang jalan sangat memanjakan mata; hijau, segar, alami, dingin, sejuk, bebas polusi, asri, dan entah apalagi namanya hehe..

Setiba disana, shalat dzuhur terlebih dahulu setalah itu baru menikmati setiap keindahan yang ada di wisata Kebun Teh.

Dilokasi wisata yang berudara sejuk ini banyak para pedagang yang mengais rezeki. Dan rata-rata memang berjualan bakso, mie, kopi dan lainnya. Yang penting makanan dan minuman yang cocok disantap saat udara dingin.

Kami berjalan naik menuju lokasi kebun teh terbentang lebih luas. Dari sana kami bisa menatap keindahan hehijauan hamparan pucuk-pucuk teh yang begitu luas. Wajah kami diterpa angin berkali-kali tanpa henti. Benar-benar sejuk. 
Taken by +Samantha Hidaya 
 
Dengan segala keindahan yang ada, pantas saja banyak para wisatawan yang berkunjung kesini mulai dari kalangan anak muda, orang dewasa dan hemmmm orang tua hehe

Sekedar untuk bahan kunyahan kami saat dipuncak (anggap saja) kami membeli semacam batagor begitu. Sayang lupa saya dokumentasikan hehe

Allah Maha Besar… Sepanjang mata memanjang hehijauan terhampar luas. Masha Allah rasanya begitu damai dan tenang. Banyak hal yang dipelajari, salah satunya adalah rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk mengecap manisnya nikmat yang Allah beri. Nikmat sehat, nikmat ketenangan dan kedamaian serta nikmat-nikmat lain yang tak mungkin bisa dihitung.  Selain itu, kita akan diingatkan lagi untuk belajar sungguh-sungguh terutama bagi kami para perantau dengan melihat para petani teh ini. Jujur saja, melihat itu  mengingatkan kami pada sosok kedua orang tua di rumah yang meski bukan bekerja sebagai petani tetapi pegawai negeri. Kami harus belajar sungguh-sungguh dan lebih keras lagi, karena harus kita sadari bahwa ada yang bekerja lebih keras lagi di rumah  untuk kita. Rasanya terenyuh… Pesan yang tak pernah terlupa agar bisa menjadi perempuan yang cerdas, shalihah, dan berkarakter serta berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Pesan agar ilmu yang didapat dibawa pulang untuk membangun kampung halaman tercinta. Pesan untuk terus dekat dengan Allah. Pesan untuk terus berbuat baik kepada siapa pun. Pesan untuk menjadi perempuan yang berani, tegas pun juga tegar. Serta pesan-pesan yang lain. 

Ayah, Ibu.. Kami berjuang atas nama cinta kepada Allah juga cinta kami kepada Ayah dan Ibu.
Oke, kembali ke topik piknik lagi hehe

Oh iya; selain menikmati indahnya hamparan teh. Kami juga berkunjung ke Gunung Kukusan yang sudah memasuki kabupaten Magelang. Kenapa kami bisa kesana? Karena gunung ini berada di perbatasan Kulonprogo dan Magelang. Sungguh letaknya tak jauh, hanya bersebelahan dengan kebun teh. So, kalau berkunjung ke kebun teh sekalian saja ke Gunung Kukusan.

Taken by +Samantha Hidaya 
 
Untuk mencapai puncak, kami harus berjalan menaiki tangga seperti jalan setapak. Setiap beberapa anak tangga ada pos peristirahatan yakni sebuah kursi panjang dari bambu.

Setelah menaiki beberapa anak tangga dengan sekali istirahat di pos kami tiba di puncak. Luar biasa. Kuasa Tuhan.. Di puncak mata kembali dimanjakan dengan hamparan hijau pepohonan, pegunungan, dan segala keindahan lainnya. Anginnya begitu sepoi-sepoi. Ini juga yang menyebabkan kerudung pink yang kukenakan berkibaran.

Oke… Setelah kami puas menikmati suguhan alam yang luar biasa, kami putuskan untuk kembali ke kebun teh dan makan siang. Entah kenapa, diudara dingin seperti ini saya pribadi inginnya minum es jeruk. Jadi, akhirnya terpesan juga lah dia hehe sedang yang lain memesan kopi. Untuk pengisi perut, kami memilih mie instan direbus pakai telur.

Makan siang ini adalah moment akhir dari edisi piknik ke  kebun teh. Karena setelah makan kami putuskan untuk pulang. :)

Sampel makannya ini saja hehe Taken pict by +Samantha Hidaya 
“Perjalanan bukan tentang harus bagaimana kesana, tetapi tentang kemauan dan partner yang siap kau ajak kesana.”—Rima Esni Nurdiana.

There is no travel without learning and no learning without travel.”—Michel Serres.

#MuslimahTraveler #TravelerBlogger
.
.
      Yogyakarta, 26 Januari 2016.

Photos:
Taken by +Samantha Hidaya 


Jalan mundur menuju puncak kebun teh hehe

Puncak Gunung Kukusan

Gunung Kukusan | Taken pict by +Samantha Hidaya 

Anak Gunung Kukusan | Taken pict by +Samantha Hidaya 

Ngopi di Kebun Teh | Taken pict by +Samantha Hidaya 

Taken by +Samantha Hidaya 

Sayangi dan cintai Alam :)
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar