Senin, 15 Juni 2015

A cup of tea talking about Copyright

Copyright
Picture by Mr. Google

The Philosophy of Copyright
Copyright adalah bahasa Inggris dari ‘hak cipta’. Menyebut dengan copyright atau pun hak cipta tentu semua pembaca sudah paham. Karena tema ini memang begitu dekat dengan kita, terutama bagi kaum pembelajar atau pengajar yang sehari-hari harus berhadapan dengan buku. Contoh kecilnya dikalangan mahasiswa. Mahasiswa membuat makalah, skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah lainnya. Jangan kan untuk karya ilmiah, untuk yang non-ilmiah saja tidak boleh melanggar kebijakan Undang-Undang tentang copyright. Selain tidak melanggar  Undang-Undang, pada dasarnya ada hal lain yang lebih penting, yakni ‘nurani’. Ya nurani yang bersemayam didalam seonggok daging, ‘hati’. Yang dikatakan Nabi, jika rusak yang seonggok itu maka rusaklah yang lainnya juga. Lho kok jadi kesini ya? Hehehe intermezzo.. Jangan serius-serius bacanya. Just relax and enjoy it. Nah, kalau begitu kita minum dulu tehnya, bukankah tadi sambil minum teh ngobrolnya. (Kapan mulai mengobrol sambil minum teh ya? *tanya hehe)

Sabtu, 06 Juni 2015

Mencintai Dalam Diam


Hallo.... :D
Picture by Mr. Google

Lagi-lagi berbicara tentang cinta. Jika ditulisan sebelumnya adalah tentang cinta yang hakiki kepada Allah, maka kali ini tentang cinta kepada makhluk-Nya dalam batasan laki-laki dan perempuan.

Apakah berdosa jika ada seorang laki-laki jatuh cinta kepada seorang wanita atau sebaliknya? Tentu saja ini tidak berdosa. Rasa cinta pada lawan jenis itu adalah fitrah yang diberikan Tuhan pada umatnya. Bahkan manusia paling mulia yakni Nabi Muhammad saw. juga jatuh cinta jatuh cinta kepada lawan jenis sebagaimana manusia pada umunya. Pun juga para ulama, orang shalih, orang suci dan yang lainnya, mereka juga jatuh cinta.

Lalu apa yang harus kita lakukan saat jatuh cinta? Rasul menegaskan bahwa solusi dari jatuh cinta adalah menikahinya. Ini terjadi ketika di zaman Rasul, ada seorang pemuda bernama Al-Mughits, ia jatuh cinta pada seorang wanita bernama Bariroh. Ia mengadu kepada Rasul tentang perasaannya itu. Lalu apa tindakan Rasul? Rasul merekomondasikan Bariroh untuk menikahi Al-Mughits. Hal ini berarti bahwa solusi dari jatuh cinta adalah menikah.

Rabu, 03 Juni 2015

Tuhan.. Muara Cinta.



CUKUPLAH ASMARA INI

Tuhan…
Padamkan api ini.
Dia telah membakar segala ingatanku kepada-Mu sepanjang waktu.
Musnahkan benih-benih ini.
Aku khawatir ia akan tumbuh dalam hati yang muasalnya penuh dengan asma-Mu.

Selasa, 02 Juni 2015

Seni Seviyorum...

Risalah Cinta…
--Ditambah sedikit bumbu penyedap, petuah Imam Al-Ghazali “Raudhah; Taman Jiwa Kaum Sufi”

Photo by Mr. Google

Cinta… Ibnu Arabi (Sufi dan pemikir Islam abad ke-12 dari Spanyol) pernah bertuah bahwa cinta itu tak punya defenisi.  Dalam risalah Futuhat ia juga menjelaskan, “Ia yang mendefenisikan cinta berarti tak mengenalnya… Sebab cinta adalah minum tanpa hilang haus.”, Ya memang betul juga. Karena setiap orang akan memiliki versi berbeda saat mengartikan cinta.   Lain halnya dengan Jalaluddin Rumi (Sufi yang paling  masyhur), “Cinta adalah laut-Ke-Tak-Ada-an.” Maka pantas saja cinta yang hanya sepatah kata namun sangat sulit untuk didefinisikan. Sehingga dalam ribuan masnawi dan diwannya, Jalaluddin Rumi hanya mengemukakannya dalam bentuk nagasi, bahwa cinta itu ibarat pohon yang tegak berdiri bukan diatas tanah atau diatas pokok, bahkan bukan pula di mahkota surga.

Senin, 01 Juni 2015

Asmara...



AJARI AKU MENGINGAT

Tuhan…

Ajari aku untuk selalu

Mengingat akan Engkau!

Karena aku tak suka

Mengingat pada selain Engkau!


Yogyakarta, 01 Juni 2015

Allah.. Allah.. Allah..



AKU MENCINTAI-MU

Ya Allah…

Aku sungguh mencintai-Mu

Aku mencintai segala Rahman dan Rahim-Mu

Aku mencintai titah-titah-Mu

Aku mencintai ilmu-Mu

Aku mencintai hadits-hadits kekasih-Mu, Muhammad

Sungguh aku benar-benar mencintai-Mu

Dan aku mencintai kebenaran-Mu


Yogyakarta, 01 Juni 2015