Kamis, 26 Maret 2015

Pahlawan Kecilku...


I write it with love...

Masa kecil, kami selalu bersama. Ke sekolah, bermain, pergi mengaji, saat makan, saat tidur, pastinya semua kegiatan kami lakukan bersama-sama. Yah, kami bak anak kembar. Kembar tapi beda. Inilah secuil kisah. Kisah antara aku dan pahlawan kecilku.

Pahlawan kecilku. Masa kecilnya sama sepertiku. Masa kecil yang berjalan dengan kehidupan anak kecil sebagai mana pada umumnya. Hingga pernah suatu waktu kami harus tak bersama. Ketidakbersamaan yang cukup lama. Hingga kami beranjak remaja. Dari kejauhan ku lihat pahlawan kecilku tumbuh menjadi remaja yang istimewa. Dengan sederet kegiatan dan prestasi yang membanggakan Ayah dan Ibu. Percayalah pahlawan kecilku. Dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku sungguh  sangat bangga padamu. Kau juga lah karunia terindah yang Tuhan berikan ditengah-tengah keluarga kecil kita.

Rabu, 25 Maret 2015

Perpustakaan ‘ini’ dan ‘itu’



Yuk... Librarian Traveller :D 

Sumber : Google
Jogja, kota pelajar yang sedang diselimuti musim panas akhir-akhir ini. Tapi itu tak menjadi penghalang kami untuk mengunjungi Balai Bahasa Yogyakarta. Ya, aku dan teman-teman sekelas berkunjung ke perpustakaan Balai Bahasa untuk memenuhi tugas matakuliah Katalogisasi Literatur Aksara Jawa (KLAJ). Ini adalah kunjungan untuk yang kedua kalinya. Kunjungan pertama ditemani bu Dr. Hj. Sri Rochyanti Zulaikha, M.Si. pengampu matakuliah KLAJ. 

Selasa, 24 Maret 2015

Engkaulah Takdir-ku... Aktivis Literasi



Hallo, agent of change :D

Sumber : Google
“Karena, membudayakan baca dan tulis di Tanah Air Tercinta adalah tugas kita.
Kita sebagai Generasi Muda Ibu Petiwi yang kan mengharumkan bangsa ini.”
Ibu Pertiwi… Padamu kami berbakti…

Sedikit cerita, begitu banyak aktivis-aktivis yang terlahir dari gerakan-gerakan di kampus. Ada aktivis PMII, HMI, KAMMI, HTI, IMM, LDK, dan sederet aktivis di organisasi lainnya. Tak terkecuali aku. Aku juga turut serta dalam barisan terdepan sebagai aktivis kampus. Dunia kampus mentakdirkanku menjadi ‘aktivis literasi’. Aku tak mengapa jika masih ada saja yang menganggap itu gerakan yang tidak penting. Namun rasakan hasilnya jika sudah mengenal pentingnya membaca dan menulis. Seperti disinggung pak Muhsin Kalida (Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta) dan mas Moh. Mursyid (Pustakawan di Perpustakaan Emha Ainun Nadjib Yogyakarta) dalam buku Gerakan Literasi Mencerdaskan Negeri, bahwa membaca adalah sebuah cara untuk membuka mata dan pikiran untuk menembus batas-batas kejumudan, juga untuk mengatasi keterbatasan dan ketertinggalan. Sementara menulis adalah cara untuk mengikat makna yang membuat pikiran menjadi abadi dan menyejarah.

Sabtu, 21 Maret 2015

Memoar Santri..



--Rindu
Pesantren tampak dari belakang


Mantan ustadz, mantan umi, mantan buya, mantan kakak, mantan sahabat, mantan adik. Tak ada kata mantan untuk mereka. Mereka yang amat sangat berharga dalam hidupku. Mereka adalah sosok-sosok yang amat sangat aku kasihi dan aku cintai. Seperti aku mencintai dan menyayangi kedua orang tuaku dengun penuh ketulusan.

Jodoh dan Tayangan Televisi..






Ekspresi kegelisahan....
Sumber : Google

Sebagai pembuka sebuah kegelisahan dan kegundahan-gulanaan, aku ingin berkata “Memilih jodoh saja bijak, apalagi memilih tayangan televisi”.  Mungkin kalimat ini amat sangat menggelitik. Lho iya, kok bisa jodoh dikaitkan dengan televisi? Maksudnya dapat jodoh melalui televisi gitu? Tentu saja bukan itu jawabannya.

Wahai para penggemar tayangan televisi… Menonton bukan sekedar untuk hiburan. Pemaknaannya lebih dalam lagi dari itu. Menonton pada dasarnya adalah salah satu sarana untuk mendapatkan informasi. Maka sudah sepatutnya tayangan di televisi menayangkan hal-hal yang dikatakan sebagai ‘informasi’. Menghibur? Bolehlah, asal tetap mengutamakan sisi informasi dan sisi edukatifnya. Yah, sebagai salah satu warga negara yang turut menonton televisi, nuraniku kadang berontak dengan sebagian tayangan. Sebagian tayangan yang bisa dikatakan kurang edukatif, kurang informatif, kurang inspiratif, bullying, pornografi, violence, dan terkadang bias gender juga.

Minggu, 15 Maret 2015

Komunitas Mahasiswa Nanggroe Aceh Darussalam



Musyawarah Besar (MUBES)
Komunitas Mahasiswa Nanggroe Aceh Darussalam (KOMNAD)
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
2015



Minggu (15/03/15) saya mengendarai sepeda motor, bergegas menuju Teatrikal Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tiba disana pukul tujuh lebih tiga puluh menit. 

Tampak beberapa panitia sudah tiba dan mulai mempersiapkan tempat acara. Saya memilih untuk duduk dikursi bermeja bundar. Membaca novel yag belum usai terbaca sembari menikmati lagu aceh yang hermuara dari Teatrikal. Tak berapa lama PJ acara hadir, saya kembali membaca teks susunan acara untuk melengkapi nama-nama pengisi acara yang belum tercantum.

Bang Din. Begitu kami menyapanya. Beliau pengurus lama KOMNAD. Hadir untuk mengisi sambutan yang sedikit banyak menjelaskan tentang sejarah KOMNAD dan harapan untuk KOMNAD kedepannya. Beliau turut bergabung bersama kami di meja bundar sembari menanti acara dimulai.

Rabu, 11 Maret 2015

Happy Birthday ALUS 8th….



Happy Birthday ALUS 8th….

Sabtu, 7 Maret 2015 ALUS berumur 8 tahun. Ini adalah suatu kemenangan. Kemenangan yang menyenangkan. Maka semua wajib merasakan kesenangan dan kebahagiaan itu.

Minggu, 8 Maret 2015 seluruh anggota ALUS merayakan ulang tahun ALUS di Mandala Krida. Sebelum semua divisi berkumpul, kami divisi pers harus lebih awal tiba di Mandala Krida. Kenapa? Karena kami harus membuat video kegiatan dari awal sampai akhir. Jam lima pagi kami meluncur menuju Mandala Krida. Beeerrrrr jalanan masih agak gelap. Dinginnya pagi membuat kami menggigil. Ani tetap fokus mengendarai motor dan aku dibonceng dengan menahan dinginnya pagi sambil menenteng tripot untuk keperluan dokumentasi kegiatan.

Jumat, 06 Maret 2015

ALUS dan Kopi....


ALUS dan Kopi….



-- Filosofi kopi
Kenapa harus kopi? Ah itu pertanyaan yang amat menggelitik bagiku. Namun setiap pertanyaan bukankah harus terjawab meski hanya dengan anggukan, gelengan atau bahkan dengan kebisuan. Oke, kopi itu cairan hitam pekat didalam secangkir gelas keramik. Yang mengepulkan asap dengan aroma yang menggugah selera untuk sekedar menyeruputnya. Mungkin seperti ini bayangan kita tentang kopi. Hai kawan kopi yang kumaksud bukanlah seperti itu. 

Selasa, 03 Maret 2015

We are the winner



What, Why, and How LPDP Scholarship by Awardees LPDP PK-28
 
Sumber : Google
Kamis (26/02/15) pagi pukul 08.45 WIB, kaki ini sudah menjejak di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tampak dari luar para peserta berduyun-duyun  memasuki gedung. Tak kalah menarik para panitia berkaos merah marun siap siaga menyambut kedatangan para peserta.