Jumat, 04 Desember 2015

Blitar Journey #lima



Candi Penataran
 
Candi Penataran
“Cintaku tertinggal di Candi Penataran, Blitar, Jawa Timur. Hal ini disebabkan karena kecantikan Candi Penataran begitu mempesona. Indah seindah indahnya; merasuk dalam hati dan jiwaku. Utamanya bunga Teratai yang berdiri anggun nan tegas menghiasi pelataran Candi Penataran.”

“Bumi Pertiwi begitu indah, Nak. Maka jelajahi ia selagi engkau masih muda dan bisa.”

Masih di tanggal 29 November 2015, kami bertujuh para delegasi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan berkunjung ke Candi Penataran dan tiba di lokasi tepat saat dzuhur. Tentu tunaikan shalat dzuhur terlebih dahulu, selepas itu baru menikmati indahnya Candi Penataran.

Candi Penataran; terletak di desa Penataran, kecamatan Nglegok, Jawa Timur. Secara sederhana berada tepat di lereng barat daya gunung Kelud dan jarak tempuh sekitar 12 km dari Blitar.

Mamasuki Candi Penataran hanya perlu mengeluarkan uang sebanyak Rp3000.- ditambah dengan biaya parkir seharga pada umumnya.

Saat menjejakkan kaki memasukki kawasan Candi Penataran, bola mataku langsung menuju candi yang memang tak begitu besar bila dibandingkan Candi Borobudur atau pun Candi Prambanan. Namun meski tak sebesar itu, Candi Penataran tetap membuatku berdecak kagum. Bangunannya berundak-undak, mirip dengan pola bangunan undakan di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno.
 
Green.. :)
Awal memasuki pelataran Candi Penataran, ada dua buah arca raksasa yang menjaga pintu. Sangar juga sih menurutku. Kemudian setelah itu disambut bunga Teratai cantik berwarna merah muda dan biru di pelataran candi yang membuatku ketagihan untuk terus mengeabadaikannya dalam kamera ponselku. Terus asyik memotret kecantikan mereka yang berlatar Candi Penataran. Setidaknya jiwa Photography-ku semakin mencuat meski masih amatiran. Hehe..
 
Teratai Merah Muda :)
Setelah cukup puas bermain dengan bunga Teratai, kususuri pelataran Candi Penataran. Menyapu habis keindahan yang ada. Kami menaiki Bale Agung dimana dulunya dijadikan sebagai tempat untuk bermusyawarah para pendeta atau penanda. Bale Agung merupakan bangunan yang berbentuk seperti panggung persegi panjang dimana dinding dan atapnya sudah tidak ada; hanya meninggalkan lantainya saja. Untuk naik kepanggung, kita menaiki tangga kecil yang diapit dua buah arca Mahakala.

Cuaca memang agak panas menurutku. Aku memilih untuk tidak menaiki bangunan candi saat itu.

Aku bersama teman-temanku terus berjalan menuju sisi belakang candi. Kutemukan kolam ikan. Seorang teman yang asli Blitar menjelaskan bahwa mitosnya jika membawa koin dan dilemparkan ke kolam ikan tersebut maka jodoh kita akan dekat, hehe.. Aku sih hanya senyum saja.. Yang kunikmati adalah keramaian ikan yang menghiasi kolam. Begitu apik. Ikannya; mayoritas berkulit hitam, namun ada dua ikan yang berbeda secara warna lebih terang yakni merah dan putih sedang ukurannya paling besar diantara ikan-ikan yang lain.
 
Lempar koin yuk! Biar jodohnya deket hehe
Entahlah, aku senang sekali mengunjungi tempat ini. Hehe..

Kapan-kapan main lagi kesini gimana? Hehe..

Eh, wisata selanjutnya apa? Next story, hehe..

-Kita selalu punya cara sendiri untuk setiap perjalanan yang kita lakukan. Sejauh ini; aku menikmati setiap keindahan yang ada. :)

--Bahagia itu sederhana. :)

Yogyakarta, 4 November 2015.

Photos:
Semakin indah; dekat.
 
Para Delegasi :)
Gaya yang tak terduga hehe
Merah muda dan biru; teratai.

Lepas banget senyumnya :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar