Selasa, 03 Maret 2015

We are the winner



What, Why, and How LPDP Scholarship by Awardees LPDP PK-28
 
Sumber : Google
Kamis (26/02/15) pagi pukul 08.45 WIB, kaki ini sudah menjejak di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tampak dari luar para peserta berduyun-duyun  memasuki gedung. Tak kalah menarik para panitia berkaos merah marun siap siaga menyambut kedatangan para peserta. 

Oh iya, sedikit mau cerita suka dukanya dulu ni. Waktu dengar kabar seminar beasiswa LPDP ini ada rasa senang dan sedih. Senangnya kenapa? Karena akan ada sharing dan informasi tentang beasiswa. Nah terus kenapa sedih? Yah karena Talkshow-nya bersamaan dengan jadwal kuliah saya, kelas matakuliah Klasifikasi Khusus Islam yang dibimbing pak Lasa Hs. Sedih sih harus pilih yang mana. Dua-duanya sama-sama penting. Akhirnya setelah berpikir keras hehe Saya memilih untuk tetap mengikuti Talkshow LPDP. Titip tugas plus izin ke teman untuk disampaikan ke Dosen. Dan yaqin haqqul yaqin bersikukuh mengikuti Talkshow. Bismillah. Batin saya. Kuliah, ada kesempatan 3 kali untuk tidak ikut kelas hehe Nah kalau Talkshow LPDP? Entah kapan lagi, pikir saya. Memang sih bakal ada lagi tapi tidak dalam waktu dekat. Ternyata memang benar, untuk mendapatkan sesuatu terkadang harus ada yang dikorbankan.

Oke. Go on. Saya with sister Inggi mengisi daftar peserta, seperti biasa tanda tangan, nomor handpone dan tak lupa cantumkan akun twitter. Kemudian memasukkan koin yang kami bawa kedalam kotak. Yah, aturannya memang begitu, membawa koin yang nantinya akan disumbangkan. Dan bergegas masuk sembari membawa snack yang disediakan oleh panitia.

Whoaaaa… sudah hampir penuh. Padahal ini belum jam Sembilan tepat. Ternyata banyak yang tertarik dan sangat antusias. Excellent !! 


Kami dipersilahkan duduk dibarisan tengah. Tak berapa lama saya duduk. Eh, suara seorang teman mengagetkan. Sekedar memberitahu bahwa pak Lasa tidak masuk kelas karena ada suatu hal. Ya Tuhan, benar-benar Jodoh, pikirku. Iya, Jodoh. Karena saya merasa beruntung. Itu artinya saya mendapat ilmu tentang beeasiswa tanpa ketinggalan kelas. 

Iseng, saya palingkan pandang kebelakang. Ya Tuhan. Semua kursi sudah full dan tampak diluar masih banyak yang ingin memasuki gedung. Ini sudah overload. Yah, mau tak mau sebagian peserta duduk tanpa kursi dibaris paling depan.

Oke. Acara dimulai. Pertama, Tilwatil Qur’an oleh mahasiswi UIN Sunan Kalijaga. Suaranya merdu sekali. Saya sampai terkagum-kagum. Kedua, Menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Semua dipersilahkan untuk berdiri. Menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rasa nasioanlis saya semakin menggebu. Dan ada perasaan haru luar biasa setiap kali menyayikan lagu ini. Ia mengalirkan semangat, semangat perjuangan. Dan setiap kata dari lagu ini seperti membuka tabir-tabir perjuangan anak negeri dimasa lampau. 

Hiduplah Tanahku..

Hiduplah Negeriku..

Bangsaku.. Rakyatku.. Semuanya..

Bangunlah Jiwanya..

Bangunlah Badannya..

Untuk Indonesia Raya…

Kemudian Awardess PK-28 paduan suara menyanyikan Mars LPDP. It’s so amazing !!! oh iya, PK-28 ini berarti Persiapan Keberangkatan yang ke-28. Whoaaa… Mereka menyayikan dengan penuh semangat. Saya jatuh hati dengan Mars ini. Ksatria Cendikia.

Hai Bumi dengarkan cita kami
Ksatria cendikia siap berkarya
Beragam peran satu tujuan
Bersinergi membangun Indonesia… lalalala hehe

Suara mereka saat bernyanyi sangat menggebu-gebu penuh semangat. Membuat para peserta tersirat semangat mereka. Apalagi saya. Rasanya ingin berlari sekencang-kencangnya menuju impian yang sudah terancang. Padahal jauh, namun terasa didepan mata impian itu. Berterbangan. Tunggu. Mungkin sekarang raga ini masih duduk manis disini menyaksikan mereka, namun siapa duga kelak raga ini yang akan berada dipanggung mengikuti paduan suara sebagai peserta keberangkatan yang kan menjemput impian menuntut ilmu di belahan bumi yang lain. Allah Maha Berkehendak. Jadi pantang menyerah dan terus berusaha.

Oke. Acara ketiga. Sambutan dari ketua panitia, Direksi Administrasi dan Akutansi LPDP, dan Perwakilan Rektor UIN Sunan Kalijaga. 

Keempat, performance Qasidah dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga. Satu pianis, satu gitaris, tujuh rabanis hehe maksudnya pemain rebana kemudian tiga vokalis perempuan dan satu vokalis laki-laki. Keren guys !!!

Yah, memasuki acara inti. Sharing tentang informasi beasiswa LPDP pun dimulai. Dipandu moderator yang kece juga diisi oleh speaker yang luar biasa, yakni Pak Lukman Hakim selaku Kepala Divisi Anggaran dan Akutansi LPDP dan mbak Ratna Prabandari yang menjelaskan tentang beasiswa LPDP secara gamblang dan panjang lebar. Wah, aura semangat mereka berterbangan hehe.

Sebelum sharing dan diskusi. Kami disuguhi video yang berisi aktifitas para peserta PK-17. Mulai dari kegiatan game sampai kegiatan kepemimpinan. Keren !!

Teman-teman kalau ingin tahu lebih banyak tentang beasiswa LPDP ini langsung saja kunjungi webnya. Karena kalau saya jabarkan disini, banyak sekali hehe

Pokoknya yang penting tetap optimis. Semangat !!!! Semangat menjadi generasi muda Indonesia yang membanggakan. Masa muda yang penuh dengan prestasi, karya, aksi, inspirasi dan juga menjunjung rasa nasionalisme yang tinggi. Ini baru namanya anak negeri. Hehe 

Dipenghujung acara, diinformasikan ada kegiatan donor dara juga. Kata mbak Ratna, “Setelah menyelamatkan masa depan diri sendiri maka harus menyelamatkan masa depan orang lain dengan donor darah.” Kurang lebih begitu. Yah pengen donor darah sih, tapi berat badan tidak mencukupi untuk melakukan donor darah. Kan minimal 50 kg. Nah saya cuma 45 kg hehe dan sebanarnya takut suntik juga hehe lengkap sudah :D

Selesai di tulis di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Ruang Referensi
1 Maret 2015, Yogyakarta.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar