Rabu, 01 Maret 2017

Batu Caves ; Toleransi Keberagamaan

“Islam itu indah. Tuhan menciptakan Makhluk-Nya berbeda-beda. Perbedaan itu indah. Sebuah bentuk untuk saling menghormati, menyayangi, dan menjaga antara satu dengan lainnya. Hidup aman dan damai dengan kepercayaannya masing-masing.” Rima Esni Nurdiana.
Hai... J
Ke Batu Caves yuk hehe

Usai berkunjung ke Batu Caves | Hidaya Photograph

Caranya? Naik LRT dan KTM saja. Bisa dari stasion mana pun. Karena jalurnya sudah jelas. Tinggal sesuaikan saja hehe

Senin, 27 Februari 2017

KLCC Twins Tower; Simphony Air Berirama Indah dengan Rima, Rima, Rima.

“Tekad yang tak pernah berubah dan goyah. Niat dan keberanian yang selalu kuat melekat penuh amarah. Amarah kebulatan prinsip yang selalu tertanam kuat dan gagah. Dan menjalaninya pun penuh dengan ambisi dan optimis yang gagah pula. Tanpa melupakan bahwa semua kebaikan yang telah, sedang, dan akan dituai adalah atas campur tangan Tuhan dan kedua orang tua. Terimakasih Tuhan.. Ayah dan Mak.” Rima Esni Nurdiana.

Twins Tower | Taken by Hidaya Photograph
Hello Malaysia.. Kesan pertama tiba di Tanah Melayu ini tetap masih mengingatkanku akan Ibu Pertiwi, Indonesia. Aku memang mengangumi keindahan dan keramahan fasilitas negeramu, sungguh. Namun aku tetap mencintai Ibu Pertiwiku dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ia suguhkan padaku. Dan terimakasih telah memberiku banyak pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga. Akan kubawa pulang semua kebaikan itu ke tanah air tercintaku, Indonesia.

Kamis, 05 Januari 2017

I'm Coming Malaysia with Banana :)

Hallo Malaysia
Dian, Rima, Almer
Tak terasa, semester sudah semakin menua dan tagihan hasil penelitian (skripsi) sudah diambang mata. Langkah pasti dan cepat segera diambil. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) segera dijalankan.

Oke, hitung-hitung mencari pengalaman dan teman baru maka Perpustakaan Universiti Malaya menjadi pilihan. Dengan perbekalan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari baik passport, tiket serta biaya hidup, kamis 29 September 2016 kami bertiga terbang ke Malayasia. Harusnya berenam, tetapi tiga teman lainnya sudah berangkat lebih awal pada tanggal 27 September 2016.

Minggu, 28 Agustus 2016

Sedulur Panggung; Pencak Silat 4 Jam di Monumen SO 1 Maret

Taken pict by Hidaya Photograph
Tepat pada hari sabtu, 20 Agustus 2016 berlokasi di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Malioboro, Yogyakarta ada event yang sangat menarik yakni atraksi pencak silat selama 4 jam. Ada 313 peserta yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah) yang terdiri dari berbagai perguruan yakni Persaudaraan Setia Hati, Pagar Nusa, Teratai Putih, Merpati, Perisasi Diri,  Maenpo Cikalong dll. Pencak silat selama 4 jam yang dimotori oleh Tangtungan Project dan Paseduluran Angkringan Silat dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY sebagai penaja utama berjalan sangat meriah. 

Senin, 01 Agustus 2016

“Bambu” Bridge di Hutan Mangrove Kulon Progo


“Melakukan suatu perjalanan bukan tentang tempat yang akan dituju. Tapi dengan siapa kau kesana. Seindah apapun tempatnya kadang bahagiamu tergantung dengan siapa partner perjalananmu.” –Rima Esni Nurdiana.
 
Taken pict by Hidaya Photograph
Memasuki semester 7. Baru sadar sesadar-sadarnya ternyata sudah tidak di semester muda lagi, lebih tepatnya sudah memasuki semester penuh tanya. Kapan KKN? Kapan PPL? Skripsi udah selesai? Kapan Munaqasah? Kapan Yudisium? Kapan Wisuda? Mana Calonnya? Kapan Nikah? Mau lanjut S2 lagi? Dan bla… bla.. bla… huufffttt hehe

Jumat, 06 Mei 2016

Menjadi biasa seiring berjalannya waktu


Taken pict by www.pinterest.com
Dulu, petuah mengatakan bahwa yang sering mengabari akan kalah dengan yang selalu ada. Tapi seiring berjalannya waktu, yang selalu ada akan pergi juga; sibuk dengan rutinitas masing-masing. Kesibukan itu tanpa disadari telah membuat jeda antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadi raja yang membatasi antar keduanya. Kesibukan itu tanpa disadari telah menghilangkan rasa saling memiliki. Kesibukan itu tanpa disadari telah menjadikan keduanya sosok yang saling tak bertegur sapa. Kesibukan itu tanpa disadari membuat keduanya terbiasa sibuk sendiri. Kesibukan itu tanpa disadari telah menyadarkan keduanya bahwa yang selalu ada pada akhirnya juga berlaku seperti sosok yang dulu hanya memberi kabar. Kesibukan itu telah mengubah ia yang selalu ada menjadi ia yang selalu mengabari. Apakah kesibukan lantas membunuh rasa yang dulu pernah ada? Rasa untuk terus bersama, rasa untuk terus bertegur sapa lebih dari sekedar mengirim pesan via ponsel, rasa untuk selalu ada waktu untuk sekedar berdiskusi atau mengobrol tentang sesuatu hal.

Kamis, 05 Mei 2016

Hanya ingin.. Ingin..


Taken pict by Photographer +Samantha Hidaya 


AKU INGIN

Aku ingin menggenggam tanganmu
Yang siap diajak melangkah, berjalan, dan berlari bersama
Dengan tunduk dan patuh bernaung dibawah titah Tuhan kita yang sama

Aku ingin digenggam tanganmu
Yang siap menuntun, membimbing, dan mencintaiku tanpa batas
Dengan segala kasih dan sayang yang tak pernah purna
Meski nanti tua menyapa

Aku ingin kita saling menggenggam
Tak peduli kayu terbakar api menjadikannya abu
Tak peduli awan hitam menggumpal menjadikannya hujan
Dan ketakpedulian yang lainnya

Aku hanya ingin kita saling menggenggam
Untuk menjadikannya menunggal satu dalam hati dan pikiran

Jogja, 5 Mei 2016

Minggu, 01 Mei 2016

Selamat Datang Mei-ku :)


Taken Pict by hddesktopwallpapers.in


Mei Bulan Diamku

Tak ada yang lebih baik
Dari diam yang kucipta
Menutup rapat mulut ini
Dan membuka lebar mata pun juga telinga ini

Perempuan


Bunga Putri Malu | Taken Pict by Me

Terlahir sebagai perempuan adalah takdir. Tetapi tumbuh menjadi perempuan tegas, cerdas, dan berkarakter yang indah akhlaqnya, teduh parasnya, brilliant otaknya, ibadah setiap langkahnya, iffah dan izzah kehormatannya, titah Tuhan pegangannya, serta keindahan lainnya adalah pilihan.

Entah sudah kali ke berapa aku menulis tentang sosok yang sangat memiliki pengaruh besar bukan hanya bagi keluarga tapi juga nusa, bangsa, dan agama. Dimana ia dijadikan salah satu tonggak dalam memperbaiki generasi bangsa dari kasih sayang dan kecerdasannya dalam melahirkan dan mendidik para generasi bangsa. 

Sabtu, 30 April 2016

Lelaki Idaman itu; Ku panggil ia ‘My Prince’

Taken Pict by abiummi.com
Semakin jauh jarak yang memisahkanku dengannya membuat aku semakin banyak menyadari  bahwa cintanya benar-benar tulus. Dengan segala kasih dan sayangnya yang selalu tercurah membuat aku terharu saat merinduinya. Apalah daya ketika jarak menjadi raja antara aku dengannya. 

Wahai lelaki idamanku, aku bahagia terlahir sebagai putri kecilmu dan entah harus bagaimana aku berterimakasih atas semua yang telah kau berikan dan lakukan untukku. Aku sadar sekali, apa pun yang kulakukan takkan bisa menggenapkan baktiku kepadamu tapi aku selalu berusaha untuk selalu membahagiakanmu.